Selasa, 03 Maret 2015

Review Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck


       Tenggelamnya Kapal Van der Wijck diadaptasi dari novel mahakarya sastrawan sekaligus budayawan Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau Hamka, dan menjadi film termahal yang pernah diproduksi oleh Soraya Intercine Films.

       Observasi, proses praproduksi, pemilihan pemeran, sampai penulisan skenariopun dimulai sejak tahun 2008. Untuk proses penyuntingan dilakukan selama 4-5 bulan setelah proses syuting selama 6 bulan dengan 300 adegan. Hasilnya, film ini berakhir dengan durasi selama 2 jam 49 menit. Di film ini, jumlah pemain ada 600 orang yang 100 diantaranya orang bule. Pemain dalam film ini antara lain ; Pevita Pearce (Hayati), Herjunot Ali (Zainuddin), Reza Rahadian (Aziz), Randy Danistha (Muluk), Arzetti Bilbina (Ibu Muluk), Jajang C. Noer (Mande Jamilah), Niniek L. Karim (Mak Base), Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto (Datuk Hayati), Gesya Shandy  (Khadijah).

       Tahun 1930,  Zainuddin  berlayar ke tanah kelahiran ayah  nya di Batipuh, Padang Panjang untuk berilmu tentang keagamaan, di Batipuh ini dia tinggal di rumah Mande Jamila. Ia pun bertemu gadis cantik yang dapat memikat hatinya, Hayati. Di tanah Minangkabau, Zainuddin tidak di anggap orang Minang melainkan orang Bugis (Makassar). Itu yang menjadi kendala Zainuddin untuk mendapatkan cintanya. Hayati seorang anak dari kepala adat Batipuh ternyata juga mencintai Zainuddin. Karena kekuatan adat, Zainuddin dan Hayati pun hanya bisa saling surat menyurat. Hubungan mereka sangatlah ditentang oleh warga Batipuh. Hingga akhirnya, Zainuddin di usir dari Batipuh dengan alasan jika niat awal Zainuddin untuk belajar tentang keagamaan , dia bisa pergi ke Bukit Tinggi. Sebelum Zainuddin pergi, Hayati menghampiri Zainuddin dan berkata bahwa dia akan menunggu Zainuddin.

       Di Bukit Tinggi ini, Zainuddin tinggal di rumah keluarga Mak Base dan bertemu dengan Muluk anak laki laki Mak Base. Mereka pun bersahabat. Tak lama Hayati pun pergi ke Bukit Tinggi yang niat sebenarnya bertemu Zainuddin tapi dia beralasan mengunjungi teman nya Khadijah. Khadijah mempunyai seorang kakak laki laki, Aziz. Aziz pun bertemu dengan Hayati dan terpana akan kecantikannya. Ibu nya Aziz meminta dia untuk menikahi Hayati, karena di mata ibu nya Hayati anak yang santun dan baik.

       Aziz pun mengirim surat untuk melamar Hayati dan ternyata Zainuddin juga mengirim surat melamar. Ketua adat dan para tetua Batipuh merundingkan dua surat tersebut. Hingga akhirnya, surat lamaran Aziz lah yang diterima. Hayati sudah tidak bisa mengelak atas keputusan itu. Dia akhirnya mengirim surat kepada Zainuddin yang menjelaskan bahwa mereka tidak pantas bersama.



       Selepas membaca surat itu, Zainuddin jatuh sakit, sakit akan hati, cinta, dan pengharapannya. Dalam sakitnya, Zainuddin hanya memikirkan cintanya. Hayati pun menjenguk Zainuddin, tapi sangat disayangkan bahwa dia pergi bersama Aziz yang sudah menjadi suami sahnya. Berbulan bulan dia terpuruk akan cintanya, Zainuddin bangkit untuk meneruskan hidupnya. Dimulai dengan,  Zainuddin dan Muluk merantau ke Batavia. Di sana, Zainuddin membuat karya tulis yang akhirnya disukai oleh pembaca - pembaca. Dia pindah ke Surabaya dan menjalankan produksi karya kaya tulis. Akhirnya, kesuksesan pun didapatkannya.

       Berbeda dengan kehidupan Hayati yang tidak terlalu harmonis dengan Aziz. Sampai akhirnya Aziz bangkrut dan mencoba meminta tolong kepada Zainuddin. Berminggu - minggu Aziz dan Hayati tinggal bersama Zainuddin, Mereka pun merasa tidak enak. Azizpun  beralasan ingin mencari kerja dan meninggalkan Hayati di rumah Zainuddin. Tiba-tiba datanglah berita bahwa Aziz meninggal dan ia menceraikan Hayati dengan harap Hayati dan Zainuddin bisa bersatu kembali.

        Masa lalu hanyalah masa lalu, ego Zainuddin tidak bisa menerima Hayati dan sangat berbeda dengan hatinya. Zainuddin pun meminta Hayati untuk kembali ke Tanah Minangkabau. Hayati yang sangat mencintai Zainuddin tidak bisa menerimanya, tapi apalah daya Hayati pun akhirnya akan pulang ke tanah Minangkabau dengan hati sedih dan terpaksa.

       Hayati pulang ke tanah Minangkabau dengan menggunakan Kapal Van Der Wijck. Tiba-tiba Kapal Van Der Wijck itu tenggelam dan Hayati tidak bisa di selamatkan. Sebelum Hayati pergi untuk selamanya, Zainuddin bertemu dengannya untuk melihat cintanya. Setelah Hayati cinta satu-satunya itu meninggal. Zainuddin mulai bangkit kembali.

       Dari film ini,  kita banyak mengetahui akan kebudayaan adat yang kuat di Indonesia khususnya di Tanah Minangkabau, kuat akan adat dan agama yang dianutnya. Namun kekurangan di film ini adalah saat menit menit awal kita menonton nya 'perasaan' (ingin tahu, sedih, bahagia,  nyaman saat menonton) yang kita dapatkan kurang. Baru saat akhir akhir 'perasaan' itu muncul. Munculnya 'perasaan' itu juga didukung oleh soundtrack yang digunakan dalam setiap scene. Kurang panjang dan kurang menonjolkannya adegan tenggelamnya kapal van der wijck, padahal itu adalah judul film (pandangan pertama calon penonton).

       Indonesia kaya akan kebudayaan, adat dan ras. Dari pemaparan film di atas menggambarkan arti cinta sejati yang tidak akan berubah dari waktu ke waktu dan arti cinta sejati di atas perbedaan. Perbedaan adat lah yang membuat mereka belajar aikan cinta sejati mereka.



23 komentar:

  1. Baca dan Comment yaaa. Comment kalian sangatlah berharga bagi saya ☺

    BalasHapus
  2. Tulisannya cukup. Tetapi ada sedikit kekurangan yaitu kealah tafsiran pada biodata Hayati. Hayati adalah anak yatim piatu bukan anak dari ketua adat. Selebihnya saya bisa memahami

    BalasHapus
  3. Bagus ta ringkas dan jelass reviewnya

    BalasHapus
  4. Meski filemnya masih zaman dulu,kata2 di review nya gk zaman dulu juga taa,Modern...bagus

    BalasHapus
  5. Bagus taaaa....... sinopsisnya seru bingooo

    BalasHapus
  6. ada beberapa kalimat yang ambigu, seharusnya di ganti diksinya atau ditambahkan tanda baca. Juga ada kata yg typo . Selebihnya bisa dimengerti . nice ;) (y)

    BalasHapus
  7. Suka bgt sama bagian sinopsis nya taa :)

    BalasHapus
  8. Enak dibacaa taa bagussh😘😘😘

    BalasHapus
  9. Sinopsisnya bagus. Kesalahan kata seharusnya lebih dicek lagi agar kita yang baca gak bingung hihoo

    BalasHapus
  10. reviewnya bagus, mudah dipahami pembaca, hanya ada kesalahan ejaan. coba di perbaiki. semangat menulis! :)

    BalasHapus
  11. reviewnya bagus, mudah dipahami pembaca, hanya ada kesalahan ejaan. coba di perbaiki. semangat menulis! :)

    BalasHapus
  12. Ada kalimat yang kurang tepat tetapi selebih nya biasa aja eh maksudnya luar biasa ta wkwkwk

    BalasHapus
  13. udah bagus tapi ada beberapa kalimat yang perlu diperbaiki tuh hehehe
    bahasanya cukup gaul dan sederhana jadi mudah dimengerti

    BalasHapus
  14. review filmnya terlalu spoiler(menceritakan ulang semua kejadian yang ada di film tersebut)

    BalasHapus
  15. baguss taa.. bahasanya keren

    BalasHapus
  16. Assalamualaykum..
    Dari keseluruhan reviewnya sudah cukup bagus dan dari segi bahasanya pun bagus. Hanya tinggal dirapiin saja tulisannya. itu aja sih..
    Ditingkatin lagi yaa agar lebih bagus dan menarik :)

    BalasHapus
  17. bagus ta. ceritanya singkat padat jelas wkwk

    BalasHapus